Posts

Showing posts from June, 2025

Tahun Ini, Gubernur Sumut Bobby Nasution Akan Lunasi Hutang DBH Rp2,2 Triliun keKabupaten/Kota

Krisna Bayu Pratama dan Syaiful Bahri MEDAN, 13/3 - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan menyelesaikan kewajiban Dana Bagi Hasil (DBH) periode 2023-2024. Penyelesaian kewajiban Pemperintah Provinsi (Pemprov) Sumut ini akan dilakukan di tahun ini. Total kewajiban DBH yang harus ditransfer Pemprov Sumut kepada 33 kabupaten/kota selama periode 2023-2024 sekitar Rp2,2 triliun. Sedangkan untuk periode 2025, Pemprov Sumut juga berkomitmen menyelesaikan di tahun ini tergantung pada realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini sudah kita anggarkan di tahun 2025 untuk periode 2023-2024, kita akan bayarkan, untuk tahun berjalan 2025 kita (kabupaten/kota) harus bekerja sama, berkolaborasi untuk meningkatkan perolehan pajak daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor,” kata Bobby Nasution, saat memimpin Rapat Koordinasi seluruh Kepala Daerah se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (13/3). Total DBH yang akan disalurkan Pemprov Sumut ke kabupaten/kota di tahun 2025 (...

Gencatan Senjata Iran-Israel: Jeda Kekerasan atau Sekadar Nafas Sebelum Badai?

Oleh : Dimas Jandwika (0301221004) & M.Zukri Rizal Lubis (0301221047)      Jenewa Setelah berbulan-bulan konflik bersenjata yang menimbulkan ketegangan global, Iran dan Israel akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada Selasa malam. Kesepakatan ini dicapai melalui mediasi intensif oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan dukungan aktif dari Qatar, Turki, dan Swiss.      Dalam pernyataan bersama yang dibacakan di Jenewa, kedua pihak berkomitmen untuk menghentikan seluruh aksi militer, membuka jalur kemanusiaan, dan menciptakan "ruang diplomatik" selama 60 hari ke depan.      Gencatan ini adalah langkah awal yang penting, tetapi bukan akhir dari konflik, ujar Martin Griffiths, Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah.  Latar Belakang Ketegangan      Ketegangan meningkat drastis sejak Maret lalu, ketika Israel menuding Iran berada di balik serangan drone yang menghantam fasilitas militernya di Haifa. Iran membantah ke...

Raja Ampat dan Ancaman Tambang: Ketika Surga Dihargai dengan Biji Nikel

(Oleh Nurhasanah dan Patimah Nurun) Raja Ampat, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut paling kaya di dunia, saat ini berada di ambang ancaman besar. Bukan karena bencana alam atau perubahan iklim, melainkan karena ulah manusia: aktivitas pertambangan nikel yang kini tengah menjadi kontroversi nasional. Viral di media sosial, kasus ini menyulut gelombang kritik terhadap pemerintah dan menjadi simbol perlawanan antara ekonomi ekstraktif dan pelestarian lingkungan. Ekspansi Tambang di Surga Laut Raja Ampat adalah harta karun ekologis yang tak ternilai. Dengan 1.500 pulau kecil dan lebih dari 1.300 spesies ikan serta 75% spesies karang dunia, wilayah ini menjadi magnet wisatawan, ilmuwan, dan aktivis lingkungan. Namun pada pertengahan tahun 2025, publik dikejutkan dengan munculnya informasi bahwa pemerintah melalui Kementerian Investasi dan ESDM mengizinkan lima perusahaan tambang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi nikel di wilayah tersebut. Yang ...

Kebijakan Barak Militer Dedi Mulyadi : Mendidik atau Menghukum

Oleh : Febriyanti Br. Pasaribu dan Tri Sugiono Medan, 26 Juni 2025—Pro Kontra Melanda Program Pendidikan Karakter Ala Gubernur Jabar Kebijakan kontroversial Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengirim siswa bermasalah ke barak militer menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Program yang mulai diterapkan sejak 2 Mei 2025 ini mempertanyakan esensi pendidikan: apakah ini bentuk pembinaan karakter ataukah sekadar hukuman militeristik? Melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 43/PK.03.04/Kesra, Dedi Mulyadi meluncurkan program "Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara" yang menyasar peserta didik dengan perilaku khusus. Kriteria siswa yang akan dikirim ke barak militer mencakup pelaku tawuran, perokok aktif, pemabuk, hingga pengguna knalpot brong. Program yang awalnya ditujukan untuk siswa bermasalah kini diperluas hingga mencakup orang dewasa. Mulai Juni 2025, preman, pemabuk, dan individu yang dinilai mengganggu investasi juga akan menjalani pembinaan serup...

Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG Mengimbau Kewaspadaan, Terutama Terhadap Potensi Banjir Rob di 14 Wilayah di Indonesia

(Oleh Miftah Aulia dan Napita Safitri) Jakarta, 22 Juni 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Imbauan ini menyusul adanya fenomena astronomis berupa fase bulan purnama dan supermoon yang menyebabkan peningkatan tinggi muka air laut secara signifikan. BMKG mencatat, sebanyak 14 wilayah pesisir berpotensi terdampak banjir rob, di antaranya pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian Barat, Tengah, dan Selatan, serta wilayah pesisir Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Dalam keterangannya, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa fenomena pasang maksimum yang terjadi akibat perigee bulan (jarak terdekat bulan ke bumi) dapat memperparah dampak pasang surut, terutama di kawasan yang memiliki topografi rendah. “Fenomena ini bersifat period...

Harga Emas Antam Anjlok, Investor Ritel Mulai Cemas

(Oleh Andrian Nur Farhan dan Fitrah Hanif Hasibuan) Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com , Rabu (25/6), harga emas Antam turun sebesar Rp 15.000 per gram, menjadi Rp 1.255.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 1.270.000 . Penurunan ini menjadi tren pelemahan yang terus berlanjut sejak awal bulan Juni, yang tercatat telah terkoreksi lebih dari Rp 50.000 per gram. Analis menilai, faktor utama penurunan harga emas ini adalah penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah serta kebijakan suku bunga The Fed yang masih ditahan tinggi. “Tekanan dari pasar global dan stabilitas ekonomi AS membuat harga komoditas seperti emas cenderung melemah, termasuk emas produksi dalam negeri seperti Antam,” kata analis pasar komoditas, Indra Gunawan. Di sisi lain, turunnya harga emas justru menjadi momen bagi sebagian masyarakat untuk kembali melakukan pembelian. Beberapa toko emas di Jakarta Pusat me...

Brain Rot: Ketika Otak Tak Lagi Sabar Membaca

(Oleh Habsah Febiyanti Saragih dan Fikri Ramadhan Tambak) Medan, Juni 2025—Di era digital yang serba cepat, satu hal yang semakin sulit dilakukan oleh banyak orang adalah duduk tenang dan membaca. Bukan karena waktu yang semakin sempit, melainkan karena otak kita telah dibentuk oleh kebiasaan baru: menikmati informasi yang cepat, singkat, dan sering kali tanpa makna mendalam. Fenomena ini dikenal dengan istilah brain rot, sebuah istilah populer yang menggambarkan bagaimana otak “membusuk” akibat terbiasa dengan konten instan. Akibatnya, minat baca mengalami penurunan drastis, terutama di kalangan generasi muda. Istilah brain rot memang bukan istilah ilmiah resmi, namun sangat tepat untuk menggambarkan kondisi saat ini. Setiap hari, otak kita disuguhi video pendek TikTok, meme lucu, hingga potongan berita bombastis yang viral di media sosial. Konten-konten ini memang menghibur dan mudah dicerna, tetapi jarang menantang intelektual. Menurut Dr. Maryanne Wolf, pakar literasi kognitif dari...

Kenaikan Gaji Hakim 280% di Era Prabowo: Solusi Antikorupsi atau Bibit Masalah Baru?

Oleh: Mawar Ayuni dan Sarika Herfi Wardani Medan, Juni 2025 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik. Kali ini, lewat kebijakan kontroversial: kenaikan gaji hakim hingga 280 persen yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2024. Diterapkan mulai pertengahan Juni 2025, kebijakan ini disebut sebagai langkah monumental untuk memperkuat independensi peradilan dan memberantas korupsi yang selama ini menggerogoti tubuh lembaga yudikatif. Secara teknis, gaji pokok hakim melonjak tajam. Hakim golongan III, yang sebelumnya bergaji Rp 2,7 juta hingga Rp 5,1 juta, kini akan menerima antara Rp 7,7 juta sampai Rp 14,5 juta. Sedangkan hakim golongan IV akan mendapatkan antara Rp 9,2 juta hingga Rp 17,8 juta. Angka ini belum termasuk tunjangan jabatan dan insentif lainnya. Menteri Keuangan menyebut, langkah ini merupakan upaya negara untuk memberikan penghargaan atas beban kerja dan tanggung jawab hakim. Lebih dari itu, pemerintah menilai peningkatan ga...

SHOLAT DITENGAH MOBILITAS

 (Oleh : Sri wahyuni dan Adinda Ramadani) Tapanuli Tengah, 25 Juni 2025 – Di tengah padatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat modern, semangat menjalankan kewajiban ibadah tidak luntur. Hal ini tampak dari fenomena menarik yang terjadi di sejumlah ruang publik dan tempat persinggahan. Banyak umat Muslim tetap berusaha menunaikan sholat di sela-sela kesibukan, bahkan di tempat-tempat yang tidak biasa. Sebut saja di terminal, stasiun, bandara, hingga rest area tol, kini tak sulit menemukan seseorang sedang menggelar sajadah kecil di pojok ruangan, atau di balik mobil untuk sekadar menunaikan sholat Dzuhur tepat waktu. Hal ini mencerminkan kesadaran spiritual yang tinggi, sekaligus bentuk adaptasi masyarakat terhadap tantangan era mobilitas tinggi. Salah satu pelaku perjalanan, Nur Aisyah (28), seorang karyawan swasta yang sering melakukan perjalanan dinas mengaku selalu membawa perlengkapan sholat mini ke mana pun ia pergi. > “ Kadang saya sholat di bandara, kadang di rest area ...

Kasus Korupsi Pertamax Di Oplos Pertalite

Oleh Rizkiyah Khairunnisa Gajah & Sakina Skandal di Balik Jerigen Di tengah mahalnya harga bahan bakar minyak dan tekanan ekonomi masyarakat, publik dikejutkan dengan terbongkarnya kasus korupsi baru yang menyeret nama sejumlah oknum di lingkungan distribusi bahan bakar: Pertamax yang dioplos dengan Pertalite. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari konsumen yang merasa kualitas Pertamax yang dibelinya tidak sesuai standar. Investigasi lebih lanjut yang melibatkan aparat kepolisian, BPH Migas, dan internal Pertamina mengungkap praktik curang yang dilakukan oleh oknum di tingkat SPBU dan distributor. Modus operandinya cukup sistematis: Pertamax yang seharusnya beroktan tinggi (RON 92), dicampur dengan Pertalite (RON 90) guna menekan biaya operasional dan meraup keuntungan ilegal. Tindakan ini bukan hanya melanggar hukum dan etika bisnis, tetapi juga membahayakan mesin kendaraan masyarakat, merugikan negara dari sisi pajak dan pendapatan, serta mencoreng kepercayaan publik terh...

Autothermix dan Recycle PET: Solusi Atasi Sampah Tanpa Masalah

(Oleh Muthia Naziroh Hutasuhut dan Hamidah) Masalah sampah di Indonesia terus bergulir tanpa henti dan dianggap sebagai suatu ancaman krisis yang mengkhawatirkan bagi negeri. Sejumlah upaya telah dikerahkan untuk mengatasi masalah tersebut, namun tidak pernah ada solusi jitu untuk mengatasinya. Hal ini dibuktikan melalui Data Sistem Informasi Pengeloaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 yang menunjukkan pertambahan timbulan sampah yang terus meningkat bahkan dinilai mencapai 56,63 juta ton per tahunnya. Ironisnya lagi, sekitar 40% dari timbulan sampah tersebut diketahui dibuang secara tidak etis dan ilegal ke lingkungan alam terbuka seperti laut, sungai, bahkan lahan kosong. Hal ini tentu menjadi perhatian sekaligus peringatan bagi negeri bahwa secara nasional penanganan sampah kita masih jauh dari yang diharapkan.  Seperti yang dikutip dari Deputi Pengendalian Pencermaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani menyatakan bahwa penanganan sampah di Indon...

Peringkat 3 Fatherless Country : Indonesia Krisis Peran Ayah Dalam Keluarga. Nafkah Uang Saja Cukup??

(Oleh Friska Pratiwi dan Fathinatul Wafiqah Lubis) Ayah adalah figur penting dalam keluarga. Banyak pihak mungkin masih menganggap bahwa tugas utama seorang ayah hanyalah mencari nafkah. Padahal, secara sosiologis dan psikologis, ayah merupakan sosok yang berperan sebagai pelindung, pembimbing, pendidik, serta teladan bagi anak-anaknya. Kehadiran ayah yang aktif dan penuh kasih dalam kehidupan sehari-hari terbukti memiliki dampak positif terhadap perkembangan emosional, perilaku, dan kepercayaan diri anak. Namun, bagaimana kenyataanya di Indonesia ? Peran vital tersebut mulai mengalami kemunduran. Berdasarkan data dari berbagai lembaga internasional, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan tingkat fatherless tertinggi di dunia. Istilah fatherless mengacu pada kondisi ketika anak yang tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan aktif dari sosok ayah baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Berdasarkan data yang dikumpulkan pada tahun 2021 oleh United Nat...

Generasi Z dan Aktivisme Digital: Dari Hashtag hingga Aksi Nyata Penyelamatan Lingkungan

(Oleh Windri Irawati dan Ridani Arihta)  Di tengah hiruk pikuk perayaan ulang tahun gen z yang biasanya identik dengan pesta mewah dan kemeriahan, seorang content creator berusia 23 tahun memilih jalan yang berbeda. Jerhemy Owen, lulusan Teknologi Lingkungan dan Energi Terbarukan dari Avans University of Applied Sciences, Belanda, merayakan hari kelahirannya pada 29 April dengan cara yang tak terduga yaitu meluncurkan gerakan digital untuk menanam 10.000 pohon. Kampanye resmi dimulai pada 30 April 2025 ketika Jerhemy Owen mengumumkannya melalui akun TikTok pribadinya. Hanya dalam satu hari, unggahan pertamanya ditonton lebih dari 25 juta kali dan dibagikan hingga 350 ribu kali. Angka yang fantastis untuk sebuah gerakan lingkungan yang dimulai dari seorang mahasiswa. Namun, yang membuat kampanye Owen berbeda dari ribuan konten viral lainnya adalah konsep revolusioner yang diusungnya yaitu setiap 15 kali video dibagikan akan dikonversi menjadi satu pohon yang ditanam. Bukan sekadar k...

Koperasi Merah Putih Jadi Syarat Wajib Pencairan Dana Desa: Tantangan dan Peluang bagi Pemerintah Desa

Oleh: [Ilham Armanda Harahap (0301221046] & [Natia Hasibuan (0301221012] Senin 09 Juni 2025 : 06.18 WIB Mahasiswa Program Studi [Pendidikan Agama Islam], Fakultas [Tarbiah & Keguruan], Universitas [Universitas Islam Negeri Sumatera Utara] Pemerintah melalui asosiasi desa secara nasional telah menetapkan kebijakan baru yang cukup signifikan: pencairan dana desa tahap kedua pada tahun 2025 hanya akan diberikan kepada desa dan kelurahan yang telah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel). Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha bersama berbasis koperasi. Kebijakan ini bukan hanya sekadar administratif, tetapi menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan dan keseriusan pemerintah desa dalam menjalankan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pembentukan koperasi kini menjadi prasyarat utama bagi desa agar dana tahap kedua bisa dicairkan. Tanpa koperasi, dana de...

Naik-Turun IHSG dan Rupiah akibat perang Iran-Israel

(Oleh Abdul Rahman dan Raja Gusti Mandari Siregar) Medan, 26 Juni 2025 | 00.30 WIB Pasar keuangan Indonesia kembali diterpa gelombang ketidakpastian seiring memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah terpantau bergerak fluktuatif, menunjukkan kerentanan pasar domestik terhadap eskalasi konflik antara Iran dan Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi dampak global yang lebih luas. Setelah pengumuman gencatan senjata Iran-Israel, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat 82,03 poin atau 1,21 persen ke posisi 6.869,17. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,58 poin atau 1,40 persen ke posisi 764,41. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat, dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,2 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer serta sektor kesehatan yang naik masing-masing 3,18 persen dan 2,27 persen. Sed...

Program makan siang gratis kontroversi dan tantangan displementasi

 Fakhri Muhammad Erde : 0301221042 Asri Karina Br Sembiring : 0301221006 Program makan siang gratis menjadi salah satu janji politik yang paling mencolok dalam Pemilu 2024. Digagas sebagai solusi untuk mengatasi masalah gizi buruk dan ketimpangan akses makanan bagi pelajar program ini mendapat sorotan luas dari masyarakat. Pemerintah berencana untuk menyediakan makan siang gratis bagi jutaan siswa sekolah dasar hingga menengah, termasuk santri dan anak-anak di pesantren. Gagasan ini menuai pujian sebagai bentuk investasi negara pada masa depan generasi muda. Pemerintah Indonesia kini tengah menggencarkan pelaksanaan Program makan Siang Gratis sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan menyediakan makanan bergizi di sekolah secara rutin, pemerintah berharap dapat menekan angka malnutrisi dan mendukung tumbuh kemb...

Pelecehan Verbal: Kekerasan Modern yang Dibungkus dengan Tawa

(Oleh Intan Insyani dan Ade Khoirina) Pelecehan verbal adalah kejahatan yang tumbuh subur di tengah budaya kita-diam-diam, tapi masif. la tidak datang dengan ancaman fisik atau pukulan yang meninggalkan bekas, tetapi justru menghancurkan dari dalam. Lebih parah lagi, ia sering kali dibungkus dalam candaan, kritik, atau bahkan dianggap sebagai bentuk perhatian. Di ruang publik, di tempat kerja, hingga di media sosial, pelecehan verbal menyusup ke dalam kehidupan kita dengan cara yang begitu halus, hingga banyak dari kita gagal mengenalinya. "Kok gendut banget sekarang?", "Jadi perempuan kok nggak bisa masak?", atau "Kamu terlalu feminis, nggak heran jomblo!"-frasa-frasa ini bersembunyi di balik topeng humor, padahal sejatinya adalah tamparan verbal yang mempermalukan, merendahkan, dan melukai. Yang membuatnya jauh lebih berbahaya adalah budaya kita yang permisif. Ketika seorang korban melawan atau mengungkapkan ketidaknyamanannya, respons yang muncul sering...

Israel Tahan Kapal Bantuan: Kemanusiaan atau Kepentingan Politik?

(Oleh Krisna Bayu & Lutfia Hafni) Baru-baru ini, dunia internasional kembali diguncang oleh tindakan kontroversial Israel  yang menahan sebuah kapal bantuan kemanusiaan yang sedang menuju Gaza. Kapal tersebut diketahui membawa 12 aktivis dari berbagai negara yang membawa bantuan untuk warga sipil di Jalur Gaza, wilayah yang hingga kini masih menderita akibat blokade panjang, serangan militer, dan krisis kemanusiaan. Peristiwa ini bukan hanya menjadi sorotan media internasional, tetapi juga memantik kembali diskursus tentang batas antara keamanan negara dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Latar Belakang Blokade Gaza Sejak 2007, Israel bersama Mesir telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza setelah kelompok Hamas mengambil alih wilayah tersebut. Alasan utama yang dikemukakan oleh Israel adalah untuk mencegah masuknya senjata dan bahan-bahan berbahaya yang dapat digunakan oleh kelompok militan. Namun, dampak dari kebijakan ini sangat besar terha...